Saturday, January 07, 2023

Nagihnya Alpukat Kocok

Pertama kali nyobain alpukat kocok, nagih beettttt. Biasanya cuma lewatin tokonya doang. Lama-lama penasaran, kok rame terus yaaah. Ditambah, muncul gitu pas scrolling-scrolling, kisah sukses pengusaha alpukat kocok. Suatu gagasan minuman baru, ga seperti minuman alpukat biasanya.

Pas lagi stres di kosan, coba belanja snack di alfamart, terus mampir beli alpukat kocok. Aku beli yang topping keju. Kesan pertama minum ya, gilaaa enak bangettt wkwkwk. Kupikir bakalan mirip-mirip seperti jus alpukat, ternyata ada sensasi rasa alpukat dalam bentuk yang berbeda. Rasa gurihnya lebih berasa dan ga terlalu manis. Lembutnya alpukat juga menang banget sih, kalau jus alpukat kan ga terasa ya lembutnya, karena hancur banget gitu. 

Kalau ibu masih ada, ibu pasti suka, karena alpukat favorit ibu banget. Eh, tapi ibu ga suka susu. Entah ya alpukat kocok tanpa susu, sepertinya sulit.

Harganya lumayan ya untuk yang topping keju ukuran large 16 ribu (Maap langsung abis, ga sempat foto). Jadi ada variasi small, medium, sama large. Kalo ga pake topping lebih murah sih, cuma 13 ribu yang large. 

Setelah pertama kali nyoba, diriku bertekad untuk beli lagi.

Waktu itu lagi masa libur tahun baru, toko-toko pada tutup, termasuk yang jual alpukat kocoknya. Jadilah, aku bersabar kira-kira seminggu ga buka-buka. Eh pas udah bukanya ya, aku lagi kebetulan pulang malam, udah tutup tokonya. 

Kemarin malam banget abis body combat, rasa ingin alpukat kocok terus mencuat, berputar-putar di dalam pikirankuu wkwk. Tapi, masalahnya waktu udah jam 9an lewat yang di hari sebelumya pas mau beli, eh udah tutup :'

Akhirnya nothing to lose, kalo buka aku beli, kalo ga buka ya sudah lah minum air putih aja di kosan wkwk. Perkiraannya saat itu 50:50 antara masih buka atau udah tutup. Jadi, udh menyiapkan mental yah.

Dannn, ternyata masih buka dong, tumben sekali. Segera aku beli lagi untuk kedua kalinya. Tapi, yang kejunya abis. Yasudahlah, kubeli yang gula aren saja. Ahhhh, nikmat syekaliii.


Menurutku ya, kalo sampe ada produk yang bikin konsumennya nagih, artinya ide jualannya sukses. Yaiyalah yaa, buktinya udah banyak yang buka franchise alpukat kocok. Tapiii, menurutku ya, ga semua yang ada franchise-nya artinya berhasil.

Karena dari yang aku amatin, ada juga pengusaha-pengusaha yang nekat buka franchise, buka cabang di mana-mana, tapi ternyata minat konsumen ngga terlalu, akhirnya, lenyap seiring berjalannya waktu. 

Untuk membuka franchise, usaha utama harus bener-bener bisa divalidasi, terkait proyeksi penjualan ke depannya di cabang baru misalnya terkait penerimaan konsumen, daya belinya, serta perlu juga mikirin monitoring usahanya bagaimana caranya agar bisa memiliki standar yang sama, dan lainnya yang harus banyak dipikirkan, itulah mengapa pusing juga ya kalau punya usaha wkwkwk. 

Karena hasil di depan, banyak banget faktor yang menentukan. Bahkan bisa jadi, faktor itu baru muncul ketika kita menjalaninya. Menjalani bisnis itu udah seperti berjalan di suatu daerah di mana kita bener-bener ngga tau kita lagi dimana, apa yang di depan baru ketauan kalo kita udah melewatinya.  Menceburkan diri di dunia bisnis, bener-bener harus siap mental. 

Kalau ngga untung, ya rugi. Kalau rugi, muter otaknya buat nyari untung itu ngga mudah. Coba-coba terus jalan lain, di mana bisa ketemu jawabannya. Kalau ga ketemu-ketemu ya berarti bukan jalan yang itu. Cari terus. Sabar dan jangan menyerah kalau kata pengusaha-pengusaha yang udah sukses ya. Cuma ngejalaninnya berat yah. Semoga untuk yang sedang berusaha, dikuatkan mentalnya dan dikaruniai usahanya dengan keuntungan yang diharapkan.

Anyway, browsing sekilas, nemu artikel yang oke juga buat yang minat buka usaha alpukat kocok, artikelnya didapat di sini. Proses pembuatan sederhana, peralatan dan modal juga minimalis. 

Kalo suka alpukat, terus lewatin yang jual alpukat kocok, coba beli deh, nagih juga ga kayak aku?

Thursday, January 05, 2023

Today's Reminder: Keep Your Words


Waking up today with the following quotes. Making me to note how powerful words are and to be more sensitive in the society. Regardless of it, people are not perfect that create mistakes. But I believe, people can change to be better. Including me, the full of sins person. Wish there is always rooms for me to improve. 


 "When you say you will do something and don't do it, you teach others (including yourself) that you cannot be trusted." -Anonym

"When you don't keep your word, you lose credibility" -Robin Sharma

"If you say you're going to do something, then do it. Otherwise keep your lies to yourself" -Michael L. Ceorgoveanu

"Keep your words soft and tender because tomorrow you may have to eat them". -Anonym

"It's better not to make a promise than to make one you can't keep" -V.C. Andrews

"People with good intentions make promises. People with good character keep them." -Anonym

"People ask me why it's so hard to trust people, and I ask them why is it so hard to keep a promise" -Anonym

Posted on by Nurul Fajry Maulida | No comments

Maksimalkan! Karena waktu tidak terulang...

Seketika langsung terpukul ketika membaca deskripsi video wisuda Jerome Polin di bawah. 


"Memang kalau ada pertemuan, pasti suatu saat akan berpisah juga. Tapi itulah hidup. Kita harus selalu bersyukur dan memaksimalkan waktu dan momen yang sekarang kita bisa punya yah!"

Aku terlalu tenggelam dengan penyesalan masa lalu, atau overthinking dengan kejadian di masa depan. Tidak berfokus dengan apa yang ada saat ini. 

Ketika sedang bersama yang ada, aku kurang memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya bersamanya, hingga ketika sudah berpisah, penyesalan terus berulang-ulang. Kemudian yang terjadi, malah overthinking dengan hidup sendiri. 

Aku lupa kalau tidak diingatkan Jerome, bahwa memang itulah hidup, setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Karena itu suatu kepastian, maka waktu harus dimaksimalkan dengan sungguh-sungguh, karena waktu juga tidak terulang.

Untuk itulah, di 2023 yang baru. Aku harus bisa memaksimalkan waktuku dengan baik, melakukan yang disukai supaya tidak ada penyesalan dan belajar mengurangi overthinking dengan mengalihkannya dengan kesibukan-kesibukan yang baru.

Jeromeee, thank youuuuuu for helping me clarify one of my concerns. 
Posted on by Nurul Fajry Maulida | No comments