Saturday, November 12, 2011

Seminar Mahasiswa Berprestasi 2011 Sesi 1


Pada hari sabtu, 12 November 2011 sekitar pukul 09.36 saya baru sampai di gedung M Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI, di gedung tersebutlah Seminar Mahasiswa Berprestasi diselenggarakan. Padahal awalnya saya berniat datang lebih awal, agar mendapat tempat duduk paling depan. Namun, karena saya terlalu lama merapikan jilbab saya (menghabiskan waktu setengah jam) padahal biasanya dalam merapikan jilbab saya itu tidak terlalu lama, langsung rapi, entah kenapa hari ini sepertinya jilbab merah yang saya kenakan sedang tidak bersahabat, baru setelah disetrika 3 kali baru bisa rapi. Rencana awalnya sih berangkat dari rumah pukul 08.30, tapi nyatanya saya baru berangkat pukul 09.00.

Ketika saya sudah sampai di FISIP, saya sedikit panik, sepertinya acara sudah dimulai, dan saya tidak tahu letak gedung M di mana, karena saat itu adalah hari sabtu, suasananya sangat sepi, sedikit sekali orang yang berkeliaran di lingkungan kampus tersebut. Sebenarnya masuk dari arah mana untuk ke fakultas tersebut saya tidak tahu, saya benar-benar tidak tahu pintu FISIP ada di sebelah mana, walaupun gedung FISIP ada di sebelah FIB yang sering saya datangi setiap ada mata kuliah MPK Seni Lukis B, saking terburu-burunya dikejar waktu karena hampir telat, saya jadi tidak memperhatikan gedung FISIP.

Kembali lagi pada topik awal, jadi kenapa saya akhirnya bisa tahu masuknya lewat mana, karena kebetulan ada cowok yang sepertinya mau masuk FISIP juga, kemudian ketika akhirnya saya bisa masuk, dan sudah saya katakan kalau saya tidak tau letak gedung M di mana, maka saya segera bertanya dengan cowok itu, tetapi dia mengatakan kalau dia juga tidak tahu, lalu saya tanya, "Oh, mau ke gedung M juga ya?" dia bilang "ngga" langsung pergi begitu saja setelah mengatakan itu, pada awalnya ketika saya berniat menuju ke arahnya untuk menanyakan hal itu, dia sepertinya sudah berniat untuk menghindari saya, aneh sekali, padahal saya cuma ingin bertanya, toh malu bertanya sesat di jalan. Kemudian setelah saya berjalan sedikit di jalan setapak, saya melihat ada kakak yang sedang duduk sambil mendengarkan musik, saya lantas bertanya kepadanya, untungnya dia baik sekali mau menunjukkan arahnya, katanya gedung M ada di paling belakang.

Fiuuh, akhirnya saya sampai juga di gedung M. Memang dasar saya orangnya panikan, setelah masuk gedung M lalu saya bingung harus ke mana, seperti tidak ada tanda-tanda sedang diselenggarakan seminar, tapi saya melihat ada kakak berjaket kuning di depan pintu masuk, namun kakak itu tidak menginstruksikan sesuatu pun kepada saya, mungkin karena dia tidak tahu saya salah satu pesertanya. Kemudian saya bertemu dengan orang lain yang sepertinya juga peserta, namun dia juga tidak tahu, kami sempat berdiam di lantai dasar, mencoba mencari tahu. Kemudian saya melihat cowok yang tadi masuk ke gedung M (kalau tidak salah itu orang yang tadi) saya sempat berpikir, "jahat sekali, katanya tidak tahu gedung M di mana, tapi dia kemudian masuk ke gedung M, lalu dia bilang juga dia bukan yang ikut ke gedung M" yasudahlah, Kemudian saya dengan orang yang juga kebingungan kenalan, namanya Nisa, dia dari FISIP, wah berarti fakultas sendiri, kemudian dia bertemu dengan kakak kelasnya dan menunjukkan lokasi seminarnya, ternyata di lantai 4, terpampang jelas petunjuknya di depan lift, bodoh sekali ternyata orang panik ini, menghilangkan kebiasaan panik itu susah sekali, memang kalau kita sudah panik, maka tidak akan sempat untuk berfikir satu langkah lebih ke depan.

Dan ya ternyata acaranya memang sudah dimulai. Tapi baru MCnya yang buka, belum masuk ke materi intinya. Jadi untuk sesi pertama ini ada 2 pembicara yaitu, Pak Arman Nefi, S.H., MM dari rektorat (kalau ga salah mendengar, beliaulah yang mengurusi masalah kemahasiswaan) *payah ya, universitas sendiri tapi tidak tahu siapa-siapa saja yang jadi petingginya, maklum maba ^.^V* kemudian ada Pak Pribadi Setiyanto, yang biasa menjadi juri Mapres Universitas Indonesia. Pembicaraannya berlangsung seru, namun tidak segera langsung membahasas materi intinya, dimulai dari perbincangan mengenai jaket kuning dahulu. Kalau tidak salah ingat pokoknya salah satu dari pembicara mengatakan bahwa jaket kuning itu beda, kita harus bangga mengenakannya, coba liat saja, senior-senior kalian sering tampil di televisi, sering bertemu dengan pejabat pemerintah, dan juga sering berprestasi baik tingkat nasional maupun internasional. Jaket kuning kita berbeda dengan jaket lainnya, di sebelah atas terdapat 3 strip, bentuk tersebut melambangkan tri dharma perguruan tinggi, bahwa UI merupakan universitas yang menjunjung tinggi tri dharma perguruan tinggi.

Kemudian setelah itu, pembicara membicarakan mengenai kriteria pengurus BEM (entah itu maksudnya ketuanya saja atau staffnya juga, saya tidak tahu), bahwa yang dapat menjadi pengurus BEM haruslah yang IPnya di atas 3. "Pernah dulu, ada mahasiswa yang IPnya satu koma ingin mencalonkan diri menjadi ketua BEM" kata pak Arman (kalau tidak salah) "Seorang ketua BEM haruslah yang baik di bidang akademis pula, bukan yang cuma baik di organisasinya saja". Begitulah perkataan bapak tersebut, sepertinya sudah mulai nyerempet-nyerempet pembahasan mengenai mahasiswa berprestasi.

Mahasiswa berprestasi adalah mahasiswa yang memiliki prestasi tinggi di bidang akademik maupun di bidang non akademik, memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris, dan bersikap positif serta berjiwa Pancasila. Kemudian pembicara tersebut menekankan bahwa yang dibahas dalam seminar kali ini hanya mengenai mapres utama saja. Agar bisa menjadi mapres utama, setiap 3 besar mapres fakultas dibawa ke ILBP (saya tidak tahu singkatan apa, silakan googling, saya lagi malas, hehe) untuk digodok agar dapat memasuki tahap penyeleksian mapres tingkat universitas. Nantinya yang akan menjadi mapres utama (sepertinya) akan dibawa ke penyeleksian mapres nasional. Pak Arman menyebutkan bahwa mapres UI tahun 2008 juara 2 tingkat nasional, tahun 2009 juara 1, tahun 2010 juara 1, dan tahun 2011 juara 3 (kalau saya tidak salah dengar, hehe)

Pembicara menyarankan kepada mahasiswa yang berkeinginan untuk menjadi mapres pada tahun sekian agar menyiapkan track record mulai dari sekarang, hal ini perlu dilakukan berhubung salah satu penilaiannya dilihat dari CV kita. Kalau saya boleh simpulkan atau memang seperti itu alur dari penyeleksiannya itu ada 3, pertama dilihat dari CVnya, persentase CV hanya 40%, 60% dari hasil wawancara. Yang kedua, pembuatan makalah, persentase makalahnya hanya 40% juga, 60%nya dari presentasi. (kalau ada kesalahan dalam penyebutan persentasenya, maafkan ya, karena yang ada di catatan saya seperti itu, memang dari kesalahan saya sendiri artinya, lebih pastinya silakan download panduannya ya) Kemudian membuat ringkasan makalah dalam bahasa Inggris setelah itu (dipresentasikan atau didiskusikan?) saya kurang tahu *lupa* mengenai persentasenya saya juga lupa. Setelah itu ada psikotes, namun tidak memiliki persentase nilai. Yang saya tangkap adalah, apabila nanti ada mapres yang memiliki total penilaian yang sama, pemilihannya bisa dilihat dari hasil psikotes, juri bisa mengetahui karakter para mapres tersebut, apakah dia layak menjadi mapres utama atau tidak, "jangan-jangan dia cuma baik selama alur pemilihannya saja, atau dia orangnya kurang disiplin tidak bertanggung jawab, sepertinya yang satu ini nih yang lebih layak" kurang lebih seperti itu yang pembicaranya katakan.

Untuk menjadi seorang mapres sangat ditekankan agar mampu berbahasa Inggris, wajib hukumnya, "kalau bahasa lain sunah" kata pak Pribadi. Masalah mengenai persyaratan untuk menjadi calon mapres utama dibahas oleh pak Pribadi, sedangkan masalah mengenai mapres UInya lebih ke pak Arman. Kata pak Pribadi, "Nanti ketika presentasi, lakukanlah dengan jujur, katakan saja kalau memang belum memahami, jangan ngotot atau malah ngeyel dengan pendapat sendiri, nanti malah jadi hina di mata juri." begitu katanya.

Hal yang paling penting dalam penyusunan CV adalah harus disertakan dengan dokumen pendukungnya, walaupun kita nyatanya memang melakukan sebuah pengabdian masyarakat namun tidak ada dokumen pendukungnya, maka tidak bisa disertakan dalam CV, "Minimal ada surat keterangannyalah," kata salah satu dari pembicara. Kemudian untuk hal persyaratannya yang maksimal 5 kegiatan organisasi saja atau yang lainnya, "berarti ya memang harus menyertakan maksimal segitu, kalau kalian tetap keukeh ingin melampirkan kegiatan organisasi lainnya yang kalian pikir bakal menjadi nilai plus bagi kalian malahan hal itu akan membawa kalian ke dalam kekalahan, karena hal itu menunjukkan bahwa kalian tidak disiplin dalam mematuhi peraturan." kata pak Arman.

"Menjadi seorang mapres tentunya akan mendapatkan insentif, namun hal itu akan menjadikan hal yang tidak ada harganya ketika kalian nantinya akan mendapatkan hal yang lebih dari itu, bayangkan betapa kalian menjadi mahasiswa yang kehidupannya berubah menjadi lebih mudah, lebih cepat dibandingkan dengan mahasiswa lainnya misalnya dalam hal pekerjaan atau beasiswa lain." kata Pak Arman.

Kalau saya tidak salah sebenarnya Pak Pribadi juga banyak berbicara, namun karena terlalu banyak di pembahasan mengenai persyaratan, saya tidak terlalu mencatatnya, karena persyaratannya itu bisa didownload katanya, dan persyaratannya itu dan tema untuk makalahnya terutama terus mengalami perubahan, jadi bagi yang ingin menjadi mapres pada tahun tertentu, maka downloadlah pedomannya sesuai dengan tahun tersebut.

Seminar sesi pertama ini memakan waktu 2 jam, pukul 11.30 kami dipersilakan untuk ishoma, kemudian pada pukul 12.30 kembali lagi untuk melanjutkan sesi kedua. Saya rasa pesertanya tidak ada yang berniat cabut, karena sertifikatnya baru bisa diambil setelah sesi kedua berakhir, hahaha.


Posted on by Nurul Fajry Maulida | No comments

Tuesday, November 1, 2011

My lovely pencil case, where are you?

I know you all assuredly have favourite stuff. I think it may be your handphone, laptop, or your vehicles. Those stuffs are also my favourite, but there is another stuff that I love more. It's my pencil case. How is your feeling when you lost it? I guess, you will be very sad, yeah like I am right know. I am extremely sad losing my lovely little black pencil case. The reasons why I really love my pencil case are enough complicated. My pencil case is the smallest pencil case I've ever had, so it makes me easier to bring than the other pencil cases that I have. I bought it when I was in the second grade in highschool, so I have a lot of memories with it. Everytime I do my examinations, my pencil case always in my side. And today, November, 1th 2011, maybe the last day I was with it. Hwaaaa I am really sad. My lovely pencil case, where are you?
Posted on by Nurul Fajry Maulida | No comments