Monday, April 25, 2011

Study Tour Jakarta-Bali-Lombok Hari ketujuh

Hari Rabu, 16 Desember 2009


Akhirnya, pagi itu datang juga, kira-kira waktu Subuh, kami dibangunkan untuk segera turun di sebuah rumah makan. Sholat, sekaligus sarapan di sana. Kegiatan kami selama perjalanan di dalam bus hampir sama pada saat kami berangkat. Menonton film, main rubiks, mengemil, dan juga mengobrol. Lagi-lagi menonton film horror. Ini bukan film yang sesuai denganku. Sama seperti biasa, saya tidak menontonnya, melainkan mengalihkan kegiatan dengan mendengarkan musik atau tidur.

Tak terasa sudah pukul satu siang, kami segera berhenti di sebuah rumah makan, yang juga pernah kami singgahi sebelumnya. Yaitu Rumah Makan Sari Rasa Kendal
, yang pada saat itu hanya sekedar menunaikan sholat, makan siangnya berupa lunch box yang diambil dari rumah makan ini. Tapi sekarang, kami makan langsung dari tempatnya.

Ketika kami berada di Kediri, kami berhenti sebentar di toko oleh-oleh, yang menjual bakpia dan juga telur asin. Selagi kami berhenti sebentar, tour leader kami meminta untuk berfoto bersama di samping bus. Sebelumnya, kami sulit sekali untuk diajak berfoto bersama. Foto sekelas saja susah apalagi foto se-angkatan. Jadi selama perjalanan ini kami tidak memiliki foto kenangan se-angkatan.



Kata tour leader-nya, kemungkinan kami akan sampai pukul 12 malam. Untuk makan malam, kami berhenti sebentar di Rumah Makan Taman Sari Pamanukan, rumah makan yang satu ini belum pernah kami singgahi. Sekaligus kami sholat magrib dan isya di sini.

Sekitar pukul 22.30, akhirnya kami sampai di Jakarta tepatnya di sekolah kami tercinta, SMAN 28 Jakarta.

Monday, August 23, 2010

Senin, 23 Agustus 2010

Pukul 4 pagi, aku sudah dibangunkan oleh bapak. Aku tahu sudah saatnya bangun dan menyegerakan sahur. Tapi, mataku masih terasa ngantuk. Tidur baru 4 jam, akibat tugasku yang menumpuk itu. Tapi tugas EO (event organizer) belum sempat aku kerjakan. Kalau begitu aku akan mengerjakannya setelah sahur saja. Mudah-mudahan waktunya cukup. Kalau tidak segera aku selesaikan sekarang, aku tidak akan sempat pergi ke warnet untuk mengeprint-nya. Iya sih, tugas itu baru dikumpulkan besok. Kalau aku mengerjakannya setelah pulang sekolah, aku malas pergi ke warnet malam-malam. Akan lebih baik jika setelah pulang sekolah.

Sahur kali ini lumayan mengenyangkan, aku suka opor ayam yang dibuat oleh ibuku. Lebih enak makan sahur sambil menonton PPT (Para Pencari Tuhan), puasa menjadi makin semangat (loh apa hubungannya). Selesai makan aku segera mengambil laptop, dan mulai mengerjakan tugas kliping EO. Untungnya semalam aku sudah mencari artikel dan gambar-gambar yang dibutuhkan, jadi sekarang aku hanya perlu menyusunnya agar lebih teratur. Dimulai dari Pengertian EO, Jenis-jenis EO beserta gambar. Kurasa klipingku ini lebih banyak gambarnya dibanding dengan artikelnya, tak apalah. Sudah tidak ada waktu lagi.

Ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 05.15. Aku harus segera bersiap-siap berangkat sekolah. Aku tahu hari ini kakakku akan berangkat siang. Jadi aku harus berangkat lebih awal agar mendapat angkot yang kosong. Aku harus berangkat pukul 6 kurang jika tidak mau terlambat. Jika bareng kakakku, pukul 6 lewat 10 menit juga sudah sampai di sekolah.

Di sekolah aku bertanya pada teman sebangkuku, apakah printer-nya berwarna. Ternyata punya dia juga cuma warna hitam. Tadinya kalau dia punya, aku nitip sama dia aja. Ya sudahlah tetap pada rencana awal, pergi ke warnet pulang sekolah.

Di masjid sekolahku selalu ramai pada saat istirahat pertama, teman-temanku selalu menyempatkan waktunya untuk sholat dhuha. Kurasa tidak cuma di bulan Ramadhan saja, bulan-bulan biasa, mereka juga tampak begitu.

Temanku Leista, juga ada di sana. Dia bilang tidak perlu pergi ke warnet, di ruang sekret juga ada printer. Aku disarankan olehnya untuk ngeprint di sana. Kurasa itu bukan ide yang buruk. Kalau begitu, aku tidak jadi dengan rencana awal, ganti ke rencana baru. Pulang sekolah nanti aku akan ke ruang sekret.

Ketika pulang sekolah tiba, aku segera menuju ruang sekret ditemani temanku Leista. Tapi ternyata ruangannya terkunci. Aku tahu, Ihda pasti tahu kuncinya ada dimana. Setelah kutanya, dia bilang ada di temannya, nanti akan diambilkan. Sambil menunggu kuncinya datang. Aku ingin memastikan file yang akan aku print sudah aku taruh di flashdisk. Kebetulan Ihda juga sedang mengerjakannya menggunakan laptop temannya. Setelah aku cari ternyata file-nya tidak ada. Padahal tadi aku sudah save as ke flashdisk ku itu, apa aku salah menaruhnya ya. Argh.. sudah aku cari berkali-kali tapi tidak ketemu juga. Kuncinya juga belum datang. Kalau begini jadinya aku tidak jadi ngeprint di sekolah.

Bagaimana caranya ya? agar hari ini juga aku sudah ngeprint, kalau pulang dulu ke rumah dan mengambil file-nya, aku malas ke depan, warnetnya cukup jauh dari rumah. Kalau ada motor aku mau ke depan, puasa-puasa begini males rasanya. Oh iya, di dlm flashdisk-nya kan ada artikel fan gambar-gambarnya, aku bisa menyusun ulang di warnet, baru kemudian mengeprint-nya dan setelah itu baru pulang.

Sesampainya di warnet, aku langsung bergegas ke tempat yang kosong, mulai menyusun kembali artikel dan gambar-gambar tersebut. Setelah selesai, ternyata penjaga warnetnya bilang, kalau tidak bisa ngeprint, ngeprint warna hitam aja ga bisa, orang ga ada printernya. Dengan bersedih hati aku keluar dari warnet itu. tapi aku tidak kehabisan akal, masih ada warnet di seberang. Aku lihat di meja penjaga warnet itu ada printer. Tapi, ternyata cuma bisa ngeprint warna hitam. Kalau kayak gitu, dari tadi aku udah ngeprint di rumah. Tapi aku butuhnya printer warna.

Ya Allah, mudahkanlah hambamu ini untuk menyelesaikan tugasnya itu. Sesampai di rumah aku cuma bisa merengut, tapi sedikit demi sedikit aku tahan kekesalan itu, takut puasanya batal. Aku coba menelpon kakakku yang ke3, aku harap aku bisa numpang ngeprint di kantornya.

Alhamdulillah, akhirnya bisa juga aku menyelesaikan tugas ini. Terima kasih ya Allah, tanpa ridho-Mu aku tidak akan bisa menyelesaikan tugasku ini.
Posted on by Nurul Fajry Maulida | No comments

Thursday, February 25, 2010

Hari Rabu, tanggal 24 Februari 2010

Hari ini, akan menjadi hari yang sangat menyibukkan. Saya sudah mempersiapkan scene-scene berapa saja yang akan dilaksanakan di hari ini. Semoga teman-teman mendukung agar hari ini lancar. Sangat sulit kalau ditunda-tunda terus. Yang akan muncul hari ini adalah teman saya Abel yang akan menjadi dokter, lucky yang akan menjadi seseorang yang akan mengangkat Eman (peran utama), dan teman-temanku yang lain seperti Ratu, Sarah, Bendik dan Descilia yang akan memerankan Kirana, Icha, Nabila, dan Puri. Untuk jalan ceritanya bisa diliat di dalam naskah ini. Dan saya sendiri juga akan memerankan sebagai guru.

Saya pikir scene hari ini tidak akan tuntas, ada banyak hal yang menghambatnya. Pertama, kalau saya melihat dari hari-hari sebelumnya, makin banyak saja menghutang scene. Hari Senin yang lalu hutang scenenya hanya satu, tapi hari berikutnya menjadi bertambah. Jangan-jangan hari ini juga menjadi demikian. mungkin bakal lebih parah lagi. Saya ingin teman-teman menggarapnya dengan serius. Jangan ditunda-tunda lagi. Kemarin sudah dijadwalkan mulai take dari istirahat pertama, kedua, dan setelah pulang sekolah. tapi, mereka tidak ada yang sempat. Jadilah hanya beberapa scene yang dapat, tidak semua. Saya pesimis hari ini akan tuntas. Ada banyak scene yang harus diselesaikan. Oleh karena itu saya akan memulainya pada istirahat pertama. Mudah-mudahan teman-teman dapat diberikan kepercayaan. Mereka sudah janji kalau hari ini sampai pulang sekolah pasti bisa.

Istirahat pertama pun datang. kali ini saya memulai scene yang talentnyaEman dan Pak Lucky. Lumayan lama. Istirahat cuma 20 menit. Jadi harus selesai segera. Di ruang UKS, ada saya, Eman, Lucky, dan Soppeng. Soppeng yang memegang handycam. Sudah dua puluh menit kami di UKS, dan pastinya bel pun berbunyi. Saya dan yang lainnya panik, karena setelah istirahat ada jam pelajaran Bahasa Indonesia. Pak ALisyah.. harus segera ke kelas, kalau terlambat masuk tidak boleh mengikuti pelajaran. Soppeng MT (makan temen) dia langsung ngacir menuju kelas, saya panik, mencoba untuk menyusul Soppeng. Eman menunggu Lucky ganti baju. Tapi sebentar-sebentar mau meninggalkan Lucky. Setelah saya berada di kelas, untungnya Pak Alisyah belum datang. Soppeng sudah berada di kelas terlebih dahulu. Tapi saya masih khawatir Eman dan Lucky belum juga sampai di kelas. Kalau mereka telat, tetap saja saya juga kena. karena mereka telat karena mengerjakan tugas drama. Setelah menunggu beberapa menit, mereka muncul juga. Alhamdulillah.. Pak Alisyah belum datang. Istirahat ini baru satu scene, istirahat kedua nanti juga satu scene lagi..

Setelah belajar selama 3 jam, istrirahat juga. Saya bersiapa-siap menuju UKS lagi untuk scenenya dokter, Kirana, sama Eman. Sebelumnya saya sudah menyuruh Ratu untuk membawakan baju dokter. Alhamdulillah dia tidak lupa. Abel juga baru saya kasih tahu untuk bawa celana pukul 6.30. untung dia bawa. Lucky sudah saya beri tahu jauh-jauh hari. Kami mulai take di UKS, kami sengaja take di sana, karena tidak akan mungkin kami take di rumah sakit beneran, paling cuma tampak depannya saja. Untuk scene ini benar-benar lama sekali. Sampai melakukan take 9 kali lebih. Padahal Abel dialognya tidak terlalu banyak. cuma mengucapkan "Kau tidak usah khawatir Eman, sebaiknya kau berdoa untuk kesembuhannya". Yang membuat take ini menjadi lama adalah karena si Eman ketawa mulu, katanya gak tahan ngeliat orang homo. Tahu tuh mereka, becandanya begitu mulu. Kasian kan si Abel, dia kan normal. Lucky yang megang kamera juga tidak dapat menahan ketawa. saya tidak mengerti dengan mereka, bisa segitunya ngakak saat Abel bicara. Untungnya tidak sampai jam istirahat habis. Jadi kami masih sempat beli makanan. Saya belum makan dari tadi..

Sarah, Lia, sama Ratu janji hari ini bisa take. scene yang kemarin belum selesai. Pulang sekolah ada banyak scene. Tadi sebelumnya saya menyuruh Sarah untuk meminjam kelas. Tapi katanya tidak usah. Saya pesimis akan selesai hari ini. menurut saya, takenya tidak akan berjalan lancar kalau kami menggunakannya secara ilegal. Setelah pulang sekolah, caraka nya langsung masuk dan membersihkan kelas. Saya merasa tidak enak mengganggunya. Itulah yang saya merasa akan gagal hari ini. Kemudian salah satu teman saya minta izin sama dia untuk menggunakan satu bagian untuk take gambar. Alhamdulillah carakanya baik. Kelas XI IPA 1 gitu loh.. Langsung saja kami mulai take gambarnya. Saya pun bersiap-siap mengganti kostum guru. Saya meminjamnya dari kakak ipar saya, dia kan guru. Untuk masalah kostum hari ini lancar, teman-teman dapat dipercaya.

Tapi, di tengah-tengah saya mempersiapkan diri untuk take gambar, 3 guru datang ke kelas, dan menempel ruang ujian, kami disuruh keluar. Apa boleh buat, kami mencari kelas yang lain. Tapi semuanya penuh, ada yang dipakai remed, rokris, pelatihan osn, dll. Jadi kami menunggu guru-guru selesai menempelkan ruang ujian. Kami minta izin kepada guru yang bersangkutan. Tapi dia menyuruh kami untuk meminta izinnya ke caraka yang membersihkan kelas. Alhamdulillah dibolehkan. Caraka-nya malah bilang, "kan udah dari tadi dibolehin."

Tinggal scene guru dan Eman, setelah itu selesai. Saya memerankannya dengan totalitas, saya tidak ingin membuat take berkali-kali, yang nantinya malah tertunda terus. Tidak begitu lama akhirnya selesai. Sekali lagi saya mengucapkan ALHAMDULILLAH. Perkiraan saya meleset, yang tadinya saya pikir hari ini akan gagal melakukan take gambar.. Kami pulang dengan senang. Besok ada maulid di sekolah, dan kami masih harus melakukan take gambar untuk besok dan hari Jum'at.
Posted on by Nurul Fajry Maulida | No comments