Friday, July 20, 2012

Everytime I Realize this!


I realize that I only live in this world temporarily. I am here, because I am entrusted to my parents by Allah. There is no other purposes living in this world besides to worship and to do good deeds to others.

I realize that this life is not as simple as I was 5 years old, when I simply play with my friends, when every time I feel tired I take a rest, and when every time I feel hungry  I eat. I feel my life at that time was so simple. But, as time goes by, causing my age keep growing, until then I was going to elementery school, graduated from that, going to junior high school, graduated from that, going to senior high school, graduated from that, until now, going to university and I have known how to live in this world is too hard. Although I carry on whining as I was 5 years old, wishing capable to go back to my child life, it will never be granted. My age will keep growing until I have to return to God.

I realize how hard living in this world when everybody only thinks their own bussiness, when nobody cares to others, when I try to care to others but nobody cares to me. I felt at that time that this life was not fair, this life was so cruel, and this life had to be ended soon.

But, then I have realized, there is nothing wrong from this life, the mistake is from myself which ought to care to my own self, not the others. There is or there is nobody cares to me, I only have to believe that I don’t need cares from others, cares from my own self is enough. I only need to go back to my first purpose of my life that I have to care to others.
Posted on by Nurul Fajry Maulida | No comments

Dampak Ledakan Reaktor Nuklir terhadap Lingkungan (Peta Konsep)

Data Publikasi:
Kompasiana, 2011, Gempa 11 Maret Jepang dan Epidemi Penyakit, 26 Maret, 1 hlm.

6 November 2011, pk. 14.50.

  • Pembangunan PLTN: demi kemajuan peradaban? sebuah bunga rampai
  • Iwan Kurniawan, L.Wilardjo, Stanley, Mohammad Anung, Maria Pakpahan
  • Indonesia: Yayasan Obor
  • 440 hlm.
Peta Konsep:


(Untuk melihat peta konsepnya lebih jelas lagi atau agar dapat terbaca, klik saja gambarnya, lalu bisa dizoom)

Uraian Singkat Peta Konsep:

Kebocoran nuklir adalah dampak yang paling ditakutkan di balik manfaaat energi nuklir bagi manusia. Dalam catatan sejarah manusia terdapat kejadian kecelakan nuklir terbesar di dunia di antaranya adalah kecelakaan Chernobyl, Three Mile Island Amerika, dan mungkin di juga yang terjadi akhir-akhir ini yaitu di Fukushima Jepang. Dampak dari kebocoran nuklir tersebut berdasarkan lamanya akibat yang akan ditimbulkan olehnya dibedakan menjadi 3, yaitu dampak sesaat atau jangka pendek, dampak jangka menengah, dan dampak jangka panjang.

Dampak jangka pendek akibat radiasi tinggi di sekitar reaktor nuklir terdiri dari mual, muntah, diare, sakit kepala, dan demam. Hal tersebut dapat terjadi karena radiasinya yang berkekuatan 200 Rems dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan saluran usus.

Sedangkan pada dampak jangka menengah atau beberapa hari setelah paparan dari radiasi nuklir antara lain menyebabkan pusing, mata berkunang-kunang, disorientasi atau bingung menentukan arah, lemah, letih, dan tampak lesu, muntah darah, kerontokan dan kebotakan rambut, tekanan darah rendah, gangguan pembuluh darah, serta luka sulit untuk sembuh. Terkena radiasi lebih dari 200 Rems inilah yang menyebabkan rambut dapat menghilang dengan cepat sehingga menyebabkan kebotakan pada rambut.

Dampak jangka panjang dari radiasi nuklir umumnya justru dipicu oleh tingkat radiasi yang rendah sehingga tidak disadari dan tidak diantipasi hingga bertahun-tahun dapat menyebabkan kanker (terutama kanker kelenjar gondok), mutasi genetik, penuaan dini dan gangguan sistem saraf dan reproduksi.
Dampak lainnya yang dapat ditimbulkan dari kebocoran reaktor nuklir antara lain hujan asam dan berkurangnya jumlah spesies. Hal ini dapat terjadi karena adanya pencemaran yang ditimbulkan dari radiasi nuklir tersebut.

Spesies Terancam Punah (Peta Konsep)

Postingan ini juga merupakan salah  satu tugas yang diberikan oleh dosen MPKT B saya pada waktu semester 1. Seperti biasa, membuat LTM yang salah satu isinya harus membuat peta konsep. Pada kesempatan mengerjakan tugas LTM yang kedua ini, saya tidak mau membuat kesalahan kembali seperti pada pembuatan LTM yang sebelumnya, jika ingin mengetahui letak kesalahannya bisa klik di sini. Intinya sumber informasi yang saya dapatkan tidak lagi berasal dari buku SMA, setidaknya mendapatkan informasi dari website yang terpercaya sedikit lebih baik, hehe.

Data Publikasi:
Antaranews, 2011, Harimau sumatera tinggal 400 ekor saja, 29 September, 1 hlm.
http://www.antaranews.com/berita/277600/harimau-sumatera-tinggal-400-ekor-saja
23 Oktober, pk. 10.15
  • Melestarikan alam Indonesia
  • Supriatna J
  • Indonesia: Yayasan Obor
  • xx+482
Peta Konsep:


(Untuk melihat peta konsepnya lebih jelas lagi atau agar dapat terbaca, klik saja gambarnya, lalu bisa dizoom)

Uraian Singkat Peta Konsep:
Jumlah spesies di muka bumi sejak ratusan juta tahun yang lalu sampai saat ini terus mengalami perubahan. Hal ini dipengaruhi oleh bencana, kompleksitas topografi, faktor ketinggian, keragaman hidup, dan urbanisasi. Gangguan atau bencana yang biasanya menjadi penyebab akan hal itu misalnya kebakaran. Faktor ketinggian dapat menjadi penyebab terus berubahnya jumlah spesies di muka bumi karena kelimpahan spesies itu sendiri mengikuti gradien tempat atau jarak tertentu (gradien ekologi). Selanjutnya hubungan urbanisasi dengan perubahan tersebut adalah karena urbanisasi dapat menurunkan diversitas biologi (keanekaragaman hayati). Sedangkan kompleksitas topografi dan keragaman hidup dapat meningkatkan diversitas biologi.

Jumlah spesies yang terus menurun dapat menyebabkan spesies-spesies tersebut terancam punah. Beberapa hal yang menyebabkan spesies-spesies tersebut terancam punah antara lain gangguan atau penghilangan habitat, introduksi spesies, polusi, dan pembakaran hutan. Penghilangan habitat dapat menyebabkan spesies asli tidak dapat bertahan hidup sehingga lama kelamaan akan punah. Yang dimaksud dengan introduksi spesies adalah spesies yang yang berkembang di luar habitat (wilayah) aslinya akibat campur tangan manusia baik disengaja ataupun tidak. 

Spesies yang terancam punah dibedakan atau dikategorikan menjadi dua, yaitu spesies kritis (endangered species) dan spesies genting (threatened species). Spesies kritis adalah spesies yang terancam punah baik secara menyeluruh maupun sebagian dari sebaran populasinya. Sedangkan spesies genting adalah adalah spesies yang mempunyai kemungkinan tinggi untuk punah dalam waktu dekat.

Kedua jenis tersebut baik spesies kritis maupun kritis genting harus diselamatkan. Beberapa cara untuk menyelamatkan spesies-spesies yang terancam punah tersebut antara lain dengan melakukan konservasi habitat, mengontrol tanaman lokal di tempat yang sesuai, bergabung dengan organisasi lingkungan, dan dengan mendengarkan suara hati. Dengan melakukan konservasi habitat diharapkan spesies-spesies yang terancam punah tidak terganggu dengan adanya perburuan liar ataupun pembakaran hutan. Kita juga perlu menanam tanaman lokal pada tempatnya yang sesuai, dengan begitu, makhluk hidup yang lain yang terkait (misal: serangga lokal) juga tidak akan terancam punah. Bergabung dengan organisasi lingkungan dapat menjadi salah satu cara bagi orang yang ingin benar-benar bergerak dalam mengatasi masalah terus meningkatnya jumlah spesies yang terancam punah. Dari semua itu ada hal yang paling penting, yaitu kita harus mendengarkan suara hati kita, apabila kita katakan bahwa perbuatan itu salah maka jangan lakukan dan apabila kita katakan bahwa spesies-spesies yang terancam punah tersebut perlu bantuan maka sikap kita jangan tidak peduli, lakukan sesuatu untuk turut berkontribusi.

Tindakan penyelamatan spesies-spesies yang terancam punah tersebut memiliki tujuan yang dipertimbangkan berdasarkan pertimbangan nilai- nilai tertentu, seperti pertimbangan nilai ekologi, nilai moral, nilai rekreasi, nilai manfaat, nilai budaya, dan nilai estetika.